Rabu, 08 Juni 2011

Batik Indonesia Dipamerkan di Athena


  •  Pameran Batik bertema "Sebuah Perjalanan Menuju Jantung Seni dan Budaya" digelar Wali Kota Maroussi dan Kepala Pusat Kebudayaan Maroussi mengundang perhatian warga Yunani yang mengawali kegiatan musim panas setiap tahun di Kota Athena .
    Wali Kota Moroussi Giorgios Patoulis dalam sambutan pembukaan pameran yang dihadiri Duta Besar RI untuk Republik Yunani, Ahmad Rusdi, merasa bangga atas pameran barang kerajinan dan seni Indonesia maupun Yunani yang dilakukan di wilayahnya, ujar Sekretaris Kedua KBRI Athena Widya Sinedu kepada Antara London, Selasa.

    Hal ini merupakan bentuk kegiatan nyata dari jajarannya yang telah melibatkan warga di Athena untuk mengikuti kursus seni terapan.
    Wali Kota Giorgios juga menyampaikan apresiasinya dan penghargaan kepada KBRI Athena yang mendukung suksesnya pameran ini, sehingga acara ini dari tahun ke tahun baik dari segi kreatifitas tampilan barang maupun pesertanya terus meningkat.
    Pameran yang diadakan dari tanggal 6 Juni hingga 9 Juni mendatang dikunjungi murid, orang tua, pejabat dan warga setempat dengan memamerkan puluhan hasil karya kombinasi tehnik membatik dan seni terapan kontemporer khas Yunani.
    Pameran Batik dalam karya seni terapan merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan secara rutin dengan menampilkan bahan-bahan daur ulang yang disulap menjadi karya seni yang indah.

    Duta Besar Ahmad Rusdi, yang merupakan diplomat karier dan putra pengrajin batik asal daerah pesisir Pekalongan merasa kagum dan bangga atas keahlian Ms. Eleni Grafakou, mantan peserta Program Dharmasiswa tahun 2006-2007, yang berhasil mempelajari tehnik membatik di Indonesia selama setahun.

    Ms. Eleni Grafakou mendirikan Sekolah Seni bersama orang tuanya yang diikuti ratusan murid dari berbagai usia di Pusat Kursus Seni Terapan di wilayah Maroussi, Athena.
    Di hadapan 300 undangan Dubes Ahmad Rusdi secara spontan menyampaikan penghargaan dan sekaligus mengundang Eleni Grafakou, untuk mengunjungi Indonesia kembali dan sekaligus diharapkan dapat menghadiri Kongres Internasional Batik yang diadakan di Jakarta pada akhir tahun .
    Pada kesempatan tersebut Dubes menawarkan program Dharmasiswa bagi para undangan yang hadir untuk dapat memanfaatkan kesempatan belajar seni, tari dan bahasa di Indonesia.

    Ia juga mempromosikan kekayaan dan keindahan obyek wisata Indonesia yang sangat menarik dan menakjubkan serta mengajak warga Yunani untuk berkunjung dan melihat Indonesia secara langsung.
    Pada kesempatan pameran ini, batik hasil karya Ms. Eleni Grafakou beserta murid-muridnya berupa hiasan dinding, taplak meja, pakaian jadi seperti blouse dan kaos, syal, serta selendang dengan berbagai warna warni yang umumnya bermotif orang, gambar binatang dan ikan serta bernuansa motif kontemporer ditampilkan dengan menarik menarik perhatian pengunjung.

    Tampilnya batik di pameran ini juga mendominasi sudut-sudut aula Pusat Kebudayaan Maroussi yang telah disulap menjadi ruang pameran kesenian yang dipadukan dengan hasil karya seni murid lainnya berupa perhiasan, pernak-pernik serta dekorasi untuk rumah tangga dan perkantoran.
    Pameran batik yang diprakarsai Ms. Eleni Grafakou dengan mendapat fasilitas dari Walikota Marousi dan didukung KBRI Athena merupakan wujud dan jalinan hubungan yang lebih nyata.

    Kegiatan kerja sama seperti ini diharapkan dapat meningkatkan persahabatan antara Indonesia-Yunani dalam bidang Kesenian dan Kebudayaan, sehingga melalui pameran tersebut warga setempat dapat mengenal Indonesia secara lebih dekat.
    Beberapa undangan yang hadir pada acara pembukaan tersebut menyatakan pernah berkunjung ke Indonesia dan secara langsung menyampaikan kekaguman atas keragaman seni dan budaya Indonesia, adat istiadat hingga keramahan penduduknya.
    Upaya Perwakilan RI di luar negeri dalam meningkatkan citra positif Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan seni dan budaya di Yunani terus dilakukan, tidak hanya dengan mempromosikan batik sebagai warisan dunia non-benda yang telah diakui oleh UNESCO, tetapi juga mengenalkan cara mempraktekan ataupun tehnik membatik dengan mendatangkan pengrajin dari Pekalongan.

    Pada April lalu, KBRI Athena menyelenggarakan Batik Workshop di Athens School of Fine Arts, diikuti siswa dari Universitas dan kepada Women International Club di Athena, Yunani yang diikuti isteri Duta Besar dan pejabat serta seniman setempat dengan mendapat dukungan Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.